Tampilkan postingan dengan label Comedy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Comedy. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 November 2019

Review Film: Johnny English Strikes Again (2018)

Sumber gambar: IMDB

Sosok Johnny English, agen rahasia yang jadi parodi aksi James Bond ini pertama kali muncul di tahun 2003. Mendulang sukses di film pertama, kisah Johnny English pun dibuat menjadi trilogi dan kembali hadir di tahun 2011, serta yang paling baru di tahun ini. Tujuh tahun berlalu sejak aksinya di film ke-2, Johnny English Reborn. Kira-kira seberapa piawai kemampuan Rowan Atkinson dalam mengocok perut penonton dan melepaskan sosok Mr. Bean yang begitu kental melekat padanya?

Sinopsis Film

Pemerintah Inggris dalam kondisi darurat saat sistem keamanan negara diretas hacker yang membocorkan data diri setiap agen rahasia Inggris. Hal ini tentu membuat sang Perdana Menteri (Emma Thompson) cemas karena kejadian ini berlangsung H-7 sebelum penyelenggaraan G-12 yang jadi momen penting pertemuan berbagai negara.

Demi menangkap sosok dibalik aksi ini, pemerintah Inggris meminta bantuan para agen rahasia terdahulu yang datanya tak diretas sang hacker. Dan nama Johnny English (Rowan Atkinson) pun muncul, karena dirinya merupakan salah satu agen lawas yang data dirinya masih tersimpa aman.

Hal ini yang akhirnya membuat pemerintah Inggris mau tak mau, mengirim Johnny untuk menyelesaikan misi kali ini. Namun dengan usia yang tak lagi muda dan gagap teknologi digital yang dimilikinya, membuat misi Johnny dalam memburu sang hacker jadi lebih menantang. Ditemani rekan setianya, Bough (Ben Miller), Johnny berusaha menyelesaikan misi ini dengan cara menghindari penggunaan berbagai perlengkapan digital dan memilih memanfaatkan teknologi terdahulu. Berhasilkah Johnny English menyelesaikan misi ini?

Teknologi lawas VS teknologi digital

Berdurasi 88 menit, film garapan sutradara David Kerr ini tak hanya menampilkan aksi come back Rowan Atkinson di dunia seni peran. Tapi juga dari segi cerita yang menampilkan bagaimana sang agen rahasia tak mau mengandalkan teknologi digital dan lebih memilih perlengkapan jaman dulu (jadul). Alhasil para penonton akan dibuat bernostalgia dengan berbagai peralatan yang ada, yang mungkin sering mereka temukan sebagai perlengkapan 'wajib' dalam film mata-mata komedi terdahulu. Melalui unsur ini pula, Anda akan menemukan berbagai scene yang kocak dan mengundang gelak tawa.

Selain penampilan Rowan Atkinson yang jenaka, para pemain pendukung juga tampil apik demi membangun adegan yang solid dan mengundang gelak tawa. Seperti kehadiran aktris Olga Kurylenko yang berperan sebagai Ophelia. Aktris keturunan Ukrania ini terlihat mampu menampilkan ekspresi yang pas demi memperkuat karakter Rowan Atkinson yang memiliki tingkah aneh dan ada-ada saja.

Rowan Atkinson si tokoh sentral

Meskipun tak bisa lagi dibilang muda, tapi penampilan Rowan Atkinson tetap terlihat apik dan mampu menghadirkan gelak tawa dalam tiap scene. Karakter Mr. Bean yang melekat padanya bisa terlepaskan di film ini meski tidak sepenuhnya. Saat sang aktor berusia 63 tahun ini bicara otomatis karakter Mr.Bean yang minim suara langsung terlepas. Namun ada beberapa ekspresi dan tingkah khas Rowan Atkinson yang kadang membuat saya tak bisa menahan tawa karena ingat dengan tokoh Mr.Bean. Tapi hal ini bukan kekurangan, melainkan kelebihan dari Rowan yang bisa memancing tawa penonton dalam tampilan apapun.

Selain ekspresi wajah berbagai adegan komedi slapstick juga sukses jadi bumbu yang mampu membangkitkan tawa penonton. Ada beberapa adegan jagoan yang menurut saya cukup jadi gong dan paling banyak mengundang tawa. Untungnya adegan ini terjadi tak hanya sekali dan tersebar merata selama film berlangsung. Ya, walau kadang ada juga adegan humor yang masih kurang 'berhasil' dan hanya cukup membuat saya menyunggingkan senyum.

Kangen tingkah konyol Rowan Atkinson? Anda wajib nonton film ini

Menawarkan genre komedi, tentu film ini akan fokus pada sajian humor. Sedangkan dari segi cerita, bisa dibilang film ini tidak terlalu solid dan masih memiliki kekurangan, seperti kisah yang klise dan twist yang tak sulit untuk ditebak. Tapi siapa juga yang mau repot-repot terlalu serius mencerna segala ketidakmungkinan dalam jalan cerita, kalau sejak awal film ini memang berada di ranah komedi dan fokus pada aksi kocak Johnny.

Rating: 6,8/10

*artikel ini pernah tayang di beautyjournal.id

Review Film: Crazy Rich Asians (2018)


Mengikuti kesuksesan Novel karya Kevin Kwan berjudul Crazy Rich Asians yang rilis tahun 2013, sepertinya para sineas Hollywood tak ingin berlama-lama untuk bisa segera mengadaptasi kisah percintaan Rachel Chu dan Nick Young ke layar lebar. Hasilnya, Film Crazy Rich Asians pun dirilis oleh rumah produksi Warner Bros pada pertengahan Agustus 2018 lalu.

Serupa dengan kesuksesan novelnya, film yang disutradarai oleh John M. Chu ini berhasil meraup untung lebih dari $24 juta pada minggu pertama penayangannya di Amerika Serikat, sekaligus menjadikannya sebagai Box Office. Namun seberapa berhasilkah film bergenre rom-com ini menarik perhatian para penontonnya? Coba simak reviewnya di bawah ini, yuk!

Sinopsis Film

Hubungan Rachel Chu (Constance Wu) dan Nick Young (Henry Golding) tengah berada di fase bahagia. Setelah setahun menjalin hubungan, Nick merasa jika hubungan mereka pantas untuk lanjut pada tingkat yang lebih serius. Untuk itu, Nick mengajak sang kekasih bertemu dengan keluarganya di Singapura, alih-alih menghadiri pesta pernikahan kerabat mereka. Latar belakang keluarga Nick yang tak pernah diceritakan dengan gamblang, tak membuat Rachel ragu dan ia pun setuju untuk melakukan penerbangan selama lebih dari 18 jam, tanpa menyadari jika dirinya akan segera menjadi pusat perhatian seluruh keluarga Nick (atau jika tak dibilang berlebihan, seluruh warga Singapura).

Serupa dengan wanita pada umumnya yang merasa stres dan khawatir saat harus bertemu dengan keluarga besar kekasihnya, hal ini pula yang dirasakan oleh Rachel. Namun Rachel tak pernah mengira jika keluarga Nick memiliki latar super kaya dengan gaya hidup yang mungkin tak pernah dibayangkan Rachel sebelumnya. Di sinilah petualangan Rachel dalam menjelajahi kehidupan glamor kaum jetset Asia dimulai. Kisah ini pun jadi semakin menarik, karena Rachel harus bisa menghadapi sekaligus mendapat restu dari orang tua Nick yaitu sang ibu, Eleanor Young (Michelle Yeoh).

Dalamnya Makna Keluarga dalam Kultur Asia

Meriah. Itu satu kata yang bisa saya sebutkan saat menggambarkan suasana film ini. Selain sederet scene yang menggambarkan satu pesta ke pesta lain, film ini juga tak luput menggambarkan bagaimana masyakarat umum Asia begitu menyukai tampilan dekorasi yang megah nan glamor. Anda bisa melihatnya dari kehidupan keluarga Peik Lin Goh (Awkwafina) sahabat Rachel, yang memiliki keluarga humoris dan penuh perhatian.

Meskipun menampilkan kisah Rachel dan Nick sebagai sajian utama, Anda juga akan diajak untuk melihat permasalahan berbagai anggota keluarga Young yang lain, seperti Astrid (Gemma Chan), sepupu Nick yang memilih menikah dengan pria biasa. Serta beberapa sepupu lain yang tentunya memiliki problem hidup berbeda.

Di balik sajian romantisme antara Rachel dan Nick, yang hampir selalu akur dan menemukan jalan keluar dari tiap masalah mereka, film ini juga turut menghadirkan bagaimana pentingnya arti sebuah keluarga bagi masyarakat Asia. Mulai dari kedekatan orang tua dan anak, bagaimana anak tetap tinggal dengan orang tua sebelum mereka menikah, hingga kebiasaan untuk mengurus orang tua saat memasuki usia senja, daripada memasukkan mereka ke panti jompo. Kondisi ini secara tak langsung membuat sosok Rachel melihat hal berbeda yang tak pernah ia temukan sebelumnya. Karena meskipun berdarah Asia, tapi Rachel adalah seorang new yorker sejati, yang membuatnya biasa hidup mandiri dan jauh dari kehangatan keluarga besar.

Kisah Rom-Com Berkelas yang Segar dan Menghibur

Jika hanya menyimak premis utama film tentu kisah yang disajikan Crazy Rich Asians bukanlah kisah baru dan bisa Anda temukan dalam beberapa film asal Hollywood lainnya, sebut saja Why Him, Big Sick atau The Notebook yang mengangkat kisah soal hubungan percintaan yang tidak disetujui oleh orang tua salah satu pasangan. Namun tenang saja, Crazy Rich Asians memiliki berbagai formula lain yang pada akhirnya membuat kisah rom-com satu ini terasa lebih wow dan menarik.
Dimulai dari pemilihan para pemainnya, meskipun memasang nama Henry Golding yang tergolong baru di ranah Hollywood, tetapi Crazy Rich Asians memiliki beberapa nama aktor dan aktris besar berdarah Asia, seperti Michelle Yeoh (Crouching Tigger Hidden Dragon, Guardian of the Galaxy), Ken Jeong (Hangover, Transformer) Gemma Chan (Transformers: The Last Knight, Fantastic Beasts and Where to Find Them) serta Awkwafina (Ocean's 8).

Selain pemain, dari segi kisah ada kultur Asia yang coba diangkat dalam film ini yang menjadikan Crazy Rich Asians sebagai tontonan menarik dan tampak segar bagi dunia perfilman Hollywood. Karena terakhir kali Hollywood coba mengangkat kisah keluarga Asia, kesuksesannya terjadi 25 tahun lalu saat film The Joy Luck Club rilis di tahun 1993.

Dengan modal yang mumpuni dari segi novel yang sudah lebih dulu sukses, deretan pemain hingga budaya Asia dan gaya hidup kaum jetset yang ditampilkan, membuat film ini bisa menjadi tontonan ringan berkelas yang berhasil mengubah stigma film rom-com sebagai kisah itu-itu saja yang rentan mengalami flop di saat rilis, karena dianggap punya kelas sebatas film televisi.

Rating:7/10

*artikel ini pernah tayang di beautyjournal.id